Kamis, 25 April 2013

ASUHAN KEPERAWATAN PERSONAL HYGINE









KATA  PENGANTAR

Puji  syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan petunjuk rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Asuhan Keperawatan Kebutuhan Personal Hygiene”. Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu mata ajar kebutuhan dasar manusia (KDM).
Dalam penyelesaian makalah ini penulis banyak mendapat bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak baik moril maupun materil. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Ibu Ns. DWS Dewi Arga, SKM, S.Kep  selaku  direktur Akademi  KeperawatanFatmawati         Jakarta.
2.  Ibu Ns. Senandung, TRH, S.Kep selaku wali kelas angkatan XIV  Akademi  Keperawatan Fatmawati Jakarta.
3.      Ibu Zahri Darni, SKp selaku Penanggung Jawab Mata Ajar Kebutuhan Dasar Manusia(KDM).
4.      Ibu Hemma Siti Rahayu, S.Kep  selaku dosen pembimbing materi.
5.      Kedua Orang tua yang telah memberikan semangat baik moril maupun materil, dan
6.      Rekan-rekan dan mahasiswa/i angkatan XIV Akademi  Keperawatan Fatmawati  Jakarta.

Penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dan berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita dalam mengembangkan profesionalisme keperawatan di Indonesia .


Jakarta , 27  November 2011


                      Penulis





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................            i
DAFTAR ISI..................................................................................................          ii
BAB IPENDAHULUAN
A.       Latar Belakang.......................................................................           1
B.        Tujuan Penulisan....................................................................            2
C.        Metode Penulisan..................................................................            2
D.       Sistematika Penulisan.............................................................            2
BAB II   LANDASAN TEORI
A.       Konsep Dasar........................................................................            3
B.        Anatomi Fisiologi..................................................................              5
BAB IIITINJAUAN KASUS
A.       Pengkajian..............................................................................           11
B.        Data Fokus.............................................................................           17
C.        Analisa Data...........................................................................           18
D.       Daftar Diagnosa Keperawatan...............................................             21
E.        Rencana Keperawatan............................................................            22
F.         Catatan Keperawatan.............................................................            25
G.       Catatan Perkembangan..........................................................             27
BAB IV PENUTUP
A.    Kesimpulan.............................................................................             29
B.     Saran.......................................................................................           29
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Seiring perkembangan zaman seseorang dituntut untuk memusatkan perhatiannya kepadapekerjaan atau kesibukan. Sering kali orang tidak memperdulikan mengenai personal hygiene.Personal hygiene berasal dari bahasa Yunani yang berarti Personal yang artinya Perorangandan higene berarti sehat jadi Personal Higiene adalah suatu tindakan untuk­memeliharakebersihan dan kesehataseseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis.
Personal hygiene meliputi kebersihan tubuh seseorang secara menyeluruh yaitu personal hygiene rambut, mulut, kulit, mata, hidung, telingadan genitalia. Personal hygiene, sangatberpengaruh terhadap kesehatan seseorang. Jika sesesorang sakit, biasanya masalahkebersihan kurang diperhatikan. Akibatnya yang dapat timbul jika personal hygiene tidakteratasi diantaranya adalah gangguan membrane mukosa mulut, gatal‑gatal, dan infeksi di beberapa bagian tubuh, serta gangguan integritas kulit dan gangguan fisik pada kuku. Selaindapat menimbulkan dampak fisik yang sudah disebut di atas, gangguan personal hygiene dapat pula menimbulkan dampak psikososial. Diantaranya adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman kebutuhan hargadiri.
Peran perawat dalam mengatasi kurangnya pemenuhan kebutuhan personal hygiene padaklien diantaranya adalah mempertahankan kebersihan klien dalam hal membersihkanbagian‑bagian tubuhnya mencegah komplikasi atau timbulnya masalah lain akibat gangguanpersonal hygiene klien, member dukungan. Berdasarkan hal tersebut diatas maka kelompoktertarik untuk mengangkat kasus personal hygiene pada klien Ny.E yang dirawat di Lantai IV ruang III RSUP Fatmawati dengan diagnosis DM dengan ganngrene pada dorsal pedis.





B.     Tujuan Penulisan
1.      Tujuan Umum
Mahasiswa mampu menerapkan dan melaksanakan asuhan keperawatan pada kliendengan gangguan pemenuhan kebutuhan personal hygiene.

2.      TujuanKhusus
a.       Mahasiswa mampu melakukan pengkajian keperawatan pada klien dengan gangguanpemenuhan kebutuhan personal hygiene.
b.      Mahasiswa mampu merumuskan diagnose keperawatan pada klien dengan gangguanpemenuhan kebutuhan personal hygiene.
c.       Mahasiswa mampu menentukan rencana tindakan keperawatan pada klien dengangangguan pemenuhan kebutuhan personal hygiene.
d.      Mahasiswa mampu melaksanakan implementasi keperawatan pada klien padagangguan pemenuhan kebutuhan personal higiene.
e.      Mahasiswa mampu melakukan evaluasi atau catatan perkembangan klien padagangguan pemenuhan kebutuhan personal hygiene.

C.     Metode Penulisan
Metode penulisan laporan yang digunakan oleh kelompok kami adalah metode studi kasusdan kepustakaan serta dengan cara pengumpulan data melalui wawancara dan observasi.

D.    Sistematika Penulisan makalah meliputi:
Penulisan makalah ini dibagi atas empat bab. Bab I  pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan, sistematika penulisan. Bab II landasan teori yang terdiri dari konsep dasar dan asuhan keperawatan. Bab III tinjauan kasus yang terdiri daripengkajian, diagnoskeperawatan, rencana keperawatan, catatan keperawatan dan catatanperkembangan. Bab IV penutup yang berisi tentang kesimpulan dan saran yang menunjang dari kasus yang angkat.




BAB II
LANDASAN TEORI


A.     Konsep Dasar
Hygiene berasal darbahasa Yunani "sehat". Personal hygiene adalah tindakanperneliharaan kebersihan tubuh perseorangan yang dapat meningkatkan keselamatan fisik,kenyamanan maupun psikilogis.

1.      Macam‑macam personal hygiene
a.       Kebersihan kulit,
b.      Kebersihan mata,
c.       Kebersihan telinga kebersihan hidung,
d.      Kebersihan gigi dan mulut,
e.       Kebersihan genitalia, dan
f.        Kebersihan kuku.

2.      Tujuan perawatan personal hygiene
a.       Meningkatkan derajat kesehatan seseorang,
b.      Memelihara kebersihan diri seseorang,
c.       Pencegahan penyakit,
d.      Meningkatkan kepercayaan diri seseorang, dan
e.       Menciptakan keindahan.

3.      Faktor‑faktor yang mempengaruhi personal hygiene
a.       Praktik Sosial
Pada anak-anak yang selalu dimanja dalam hal kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene.
b.      Budaya
Di sebagian masyarakat, jika individu memiliki penyakit tertentu tidak boleh dimandikan.
c.       Body Image
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri.
d.      Status ekonomi
Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, shampo, dan alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.
e.       Pengetahuan
Pengetahuan tentang personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan.
f.        KondisiFisik
Pada keadaan sakit tentu kemapuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya.
g.       KebiasaanSeseorang
Ada kebiasaan orang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri, seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain – lain.

4.      Dampak yang sering timbul pada masalah personal hygiene
a.    Dampak Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karna tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi gangguanintegritaskulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga dan gangguan fisik pada kuku.

b.    Dampak Psikososial
Masalah sosial yang berhubungan dengan personal hygiene adalah gangguankebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri, dan gangguan interaksi sosial





B.     Anatomi dan Fisiologi
1.    Kulit
Kulit merupakan pembungkus elastis yang melindungi tubuh dari pengaruh lingkungan, baik itu cuaca, polusi, temperatur udara dan sinar matahari. Kulit terbagi menjadi 3 lapisan utama, yaitu epidermis yang tersusun dari stratum korneurn, stratum lusidurn, stratumgranulosus, stratum germinativum, dan stratumbasleDermis yang terdiri dari kelenjarkeringatKelenjar minyak, rambutJaringan lemak, ujung saraf dan kapiler darahPada kulitterdapat ujung‑ujung syaraf yang berfungsi sebagai reseptor yaitu:
a.       RasaDingin    : Organ dari krause
b.      Rasa Panas    : Organ dari ruffini
c.       Rasa Raba     : Benda‑benda dari meissners
d.      Rasa Tekan   : Benda‑benda dari pacini
e.       Rasa Nyeri    : Ujung saraf bebas
Fungsi Kulit yaitu:
a.       Melindungi tubuh
b.      Pengaturan suhu tubuh
c.       Indera peraba
d.      Sebagai alat ekresi
e.       Pengatur keseimbangan
Masalah‑masalah pada kulit
a.       Kulit Kering
b.      Acne
c.       Hirsutism (Pertumbuhan rambut yang abnormal)
d.      Luka lecet
e.       Skin rushes

2.    Mata
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya terang atau gelap. Mata yang lebih komplek dipergunakan untuk memberikan pengertian visual. Mata memiliki berbagai organ seperti
a         Superior rectusmuscle adalah otot mata bagian atas yang berfungsi menggerakan mata kita keatas.
b        Sclera adalah bagian pelindung mata yang berwarna putih di bagian luar bola mata.
c         Iris adalah pigmen yang kita bisa melihat warna cokelat atau hitam atau warna biru jika orang Eropa.
d        Lens adalah media refraksi untuk bisa kita melihat.
e         Kornea adalah bagian paling depan dari fungsi melihat kita. Kornea tidak ada pembuluh darah dan mempunyai kekuatan yang besar untuk membiaskan sinar yang masuk ke mata.
f          Arterior Chambers adalah bilik mata depan.
g         Posterior Chambers adalah bilik mata belakang.
h         Conjunctiva adalah lapisan tipis bening yang menghubungkan sklea dan kornea.
i           Inferior rectusmuscle adalah otot mata bagian bawah.
j          Vitreous Chambers adalah aquos humor yang beruap seperti gel yang mengisi bola mata kita.
k        Retina adalah lapisan yang akan menerima sinar yang di terima oleh mata kita.
l           Foveacentralis adalah daerah di retina yang paling tinggi resolusinya untuk mendapatkan sinar yang masuk ke mata.
m       Opticnerve adalah saraf mata yang menghantarkan sinar ke otak untuk di terjemahkan sebagai penglihatan yang kita lihat saat ini.

3.      Telinga
Telinga merupakan sebuah organ yang mampu mendeteksi aau mengenal suara dan juga banyak berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh. Telinga terdiri atas 3 bagian, yaitu
a         TelingaLuar
1)      Daun telinga (pinna), dan
2)      Liang telinga (meatusauditoriuseksternus).

b.      Telinga Tengah
1)      Tulang landasan (incus),
2)      Gendang telinga (membran timpani),
3)      Malleus (tulang martil),
4)      Tulang sanggurdi (stapes), dan
5)      Saluran eustachius.

c.       Telinga Dalam
1)       Skala timpani,
2)      Tingkap oval,
3)      Tingkap bulat,
4)      Rumah siput (koklea), dan
5)      Labirin osea.

3.      Hidung
Hidung merupakan salah satu dari panca indra yang berfungsi sebagai indra pembau. Indra pembau berupa komoreseptor yang terdapat di permukaan dalam hidung, yaitu pada lapisan lendir bagian atas.
1.      Fungsi Hidung:
a.       Menghangatkan udara
b.      Sebagai penyaring udara yang masuk
c.       Sebagai saluran udara pernapasan
d.      Membunuh kuman‑kuman oleh leukosit yang terdapat pada selaput lendir

4.    Mulut dan gigi
Mulut merupakan organ pencernaan yang pertama bertugas dalam proses perncernaan makanan. Fungsi utama mulut adalah untuk menghancurkan makanan sehingga ukurannya cukup kecil untuk dapat ditelan ke dalam perut. Mulut dapat menghaluskan makanan karena di dalam mulut terdapat gigi dan lidah. Tanpa adanya gigi, manusia akan sulit memakan makanan yang dimakannya. Gigi tumbuh di dalam lesung pada rahang memiliki jari ngan seperti pada tulang, tapi gigi bukanlah bagian dari kerangka. Bagian‑bagian gigi yaitu:
a.       Mahkota gigi adalah bagian gigi yang tampak dari luar rahang,
b.      Akar gigi adalah bagian gigi yang tertanam di dalaprocesusal veolaris,
c.       Leher gigi adalah bagian gigi antara puncak gigi dan akar gigi yang ditutupi oleh gusi,
d.      Email : merupakan zat terkeras di dalam tubuh untuk melapisi mahkota,
e.       Dentin : lekukan utama pada ujung gigi, menyerupai tulang,
f.        Sementum : lapisan yang keras di sekelilingi akar, dan
g.       Pulp : jaringan lembut berisi saraf dan pembuluh darah.
Fungsi gigi yaitu:
a.       Mengunyah  : Biasany agigi molar dan geraham
b.      Memotong   : Gigi Insisivus(seri)
c.       Merobek     : Gigi taring ( Caninus 1 premolar)

5.      Genetalia
Genetalia merupakan proses menghasilkan individu barudari organisme sebelumnya. Organisme bereproduksi melalui 2 cara, yaitu dengan reproduksi aseksual atau vegetatif yang individunya terbentuk tanpa melakukan peleburan sel kelamin dan dengan reproduksi seksual atau generatif yang individunya terbentuk karena melibatkan persatuan sel kelamin atau gamet dari 2 individu yang berbeda jenis kelaminnya.

1.Pria
Alat reproduksi pada pria terdiri atas sepasang testis, saluran kelamin, kelenjar tambahan dan penis. Testis : kelenjar kelamin yang berfungsi sebagai penghasil sperma dan hormon testosteron.

a.    Saluran kelamin
1)      Vasaeferentia merupakan bagian yang berfungsi menampung sperma untuk disalurkan ke epidermis berjumlah antara 10 – 20 buah.
2)      Epididimis merupakan saluran berkelok kelok dengan panjang antara 5-6 meter. Saluran ini berfungsi menyimpan sperma untuk sementara (minimal selama 3 minggu).
3)      Vas diferens merupakan saluran lurus dengan panjang sekitar 40 cm. Saluran ini berfungsi menghubungan epididimis dengan uretra pada penis dan bagian ujungnya terdapat saluran ejakulasi.

b.      Kelenjar tambahan
1)      Vesika seminaris merupakan  kantong semen (mani) yang dindingnya menyekresi cairan lendir yang banyak mengandung fruktosa, sedikit asam askorbat dan asam amino.
2)      Kelenjar prostat merupakan bagian berbentuk bulat yang mengelilingi bagian pangkal saluran uretra.
3)      Kelenjar cowperi (bulboeretralis) merupakan kelenjar berukuran sebesar butir kacang yang terletak di bagian proksimal atau pangkal uretra.
2.      Wanita
Alat reproduksi pada wanita terdiri atas sepasang ovarium (indung telur) yang terletak pada rongga perut, saluran telur (oviduk / tuba falopi), uterus atau rahim, vagina dan organ kelamin bagian luar.
a.       Organ kelamin luar
1)      Kelentit ( klitoris ) struktur yang homolog dengan penis,
2)      Moonpubis merupakan bagian yang ditumbuhi rambut,
3)      Vulva yang terdiri dari labiamayora (bibir besar) dan labia minor (bibir kecil),
4)      Uretra merupakan saluran kemih,
5)      Lubang vagina merupakan ujung keluar vagina, dan
6)      Fundus merupakan bagian lipatan paha.


BAB III
TINJAUAN KASUS

Ny.E, 35 tahun dirawat di rumah sakit fatmawati, sejak 2 minggu yang lalu dengan diagnosa medit DM dengan gangrene pada dorsal pedis. Dari hasil pengkajian didapatkan data kesadaran kompos mentis, TD=120/90mmHg, suhu 36,5 c˚, RR=20x/ menit. Klien mengeluh lemas, pusing, dan merasa sakit pada daerah kaki yang ada lukaserta tidak dapat menggerakannya. Klien juga mengatakan belum mencuci rambut dan menggosok gigi serta memotong kuku selama berada diruangan. Mandi dilakukan setiap dua kali sehari dengan cara dilap tanpa menggunakan sabun dengan di bantu keluarga. Klien mempunyai pemahaman dan keyakinan bahwa selama sakit tidak boleh mandi dan mencuci rambut. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan data rambut klien kotor, lengket dan berminyak, saat berbicara tercium bau, gigi terlihat kuning dan kotor, kulit terlihat kotor dan tidak bercahaya, kuku panjang dan kotor. Kebutuhan aktivitas sehari – hari dibantu seluruhnya oleh anggota keluarga dan perawat. Klien juga terpasang dowe kateter dan infuse RL tetes/ menit. Balutan luka diganti setiap satu kali sehari dengan menggunakan prinsip steril. Nafsu makan klien baik dimana klien mampu menghabiskan makanan yang telah disediakan dirumah sakit.

 
PENGKAJIAN KEPERAWATAN
(Personal Hygiene)

                        Tanggal Masuk            : 02 Desember 2011
                        Jam Masuk                  : 09.00
                        Ruang/Kelas                : Lt. IV/3
                        No.Kamar                   : 137
                        No.Register                 : 0809

A.    Data Biografi
1.      Nama Pasien               : Ny.E
2.      Tempat/tanggal lahir   : Jakarta,10 desember 1977
3.      Umur                        : 35
4.      Jenis Kelamin              : Perempuan
5.      BB/TB                        : 55 Kg/158 cm
6.      Status Perkawinan      : Kawin
7.      Agama                       : Islam
8.      Suku Bangsa               : Indonesia
9.      Pendidikan                  : S1- Sekretaris
10.  Pekerjaan                     : Sekretaris
11.  Alamat Rumah            : Jl.Bunga Raya No.21 Kebayoran
12.  Alamat Kantor             : Jl.Melati No.34 Pasar Rebo
13.  Sumber Biaya             : Suami
14.  Nama Suami                : Munajar
15.  Pendidikan Suami       : S1- Hukum
16.  Pekerjaan                   : Pengacara

B.     Riwayat Kesehatan
a.       Tanggal mulai sakit                 : 18 November 2011
b.      Riwayat penyakit sekarang        : Klien datang ke rumah sakit dengan kondisi
terdapat luka pada daerah tungkai kaki kiri. Suami klien mengatakan luka disebabkan karena terkena rantai sepeda motor ketika perjalanan berobat ke dokter 1 bulan yang lalu. Klien mengatakan saat kejadian tersebut klien sama sekali tidak merasakan sakit pada kakinya. karena luka dirasa tidaksembuh-sembuh dan semakin melebar, kemudian klien dibawa ke RSUP Fatmawati Jakarta
c.       Diagnosa medis                       : DM dengan ganngrene pada dorsal pedis
dengan balutan luka harus diganti setiap 1x sehari dengan prinsip steril
d.      Keluhan                                   : Klien mengeluh lemas,pusing dan merasa sakit
pada daerah dorsal pedis yang ada luka serta tidak dapat menggerakannya dan klien terlihat meringis
e.       Cara masuk RS
1.      Brankar     : Klien masuk Rs dengan bantuan brankar
2.      Kursi         : -
3.      Lain-lain    : -

f.       Alat bantu yang digunakan
1.      Tongkat     : -
2.      Kacamata  : -
3.      Gigi palsu  : -
4.      Lain-lain    : Oksigen 2 liter/manit,  dower chateter dan infuse terpasang
sejak 3 desember sampai 13 desember 2011.

C.    Pola Kebiasaan sehari-hari (sebelum sakit dan saat ini)
1.      Pola Aktivitas
a)      Di rumah   : Melakukan aktivitas seperti biasa
b)      Di RS        : Dibantu seluruhnya oleh keluarga dan
  Perawat
2.      Pengkajian fisik yang berhubungan dengan aktivitas :         
a)      Kekuatan   otot      : -
b)      Paralis                    -
c)      Terapi bedrest       : bedredengan posisi semi fowler
d)     Lain‑lain                DM dengan gangrene pada dorsal pedis, balutan luka
                                diganti  sekali sehari menggunakan prinsip steril

B.     Pola Nutrisi
  Rumah                                    RS
1.      Frekuensi                  : 3x l hari                                 3x lhari
2.      Jenis                        : nasi, lauk, dan sayur             nasi, ‑1auk, sayur, ‑buah, dan susu
3.      Pemeriksaan fisik yang berhubungan dengan nutrisi:
a)      Turgor kulit                                   : elastis
b)      Kelembaban mukosa mulut           : lembab
c)      Konjungtiva                                  : anemis
d)     Lain‑lain                                        : -

C.    Pola Eliminasi
1.      BAB                  
    Rumah               Rs
a)      Frekuensi   : I x sehari      I x sehari
b)      Cara           : Mandiri        dibantu
   Di WC          Di tempat tidur
   Menggunakan: (  ) Tissue
   (√) Air
   (  ) Lain-lain
2.      BAK
    Rumah                 Rs
a)      Frekuensi   : 6‑7x/hari       1600 cc/hari
b)      Cara           : Mandiri        dibantu           
   Di WC          Di tempat tidur
   Menggunakan: (  ) Tissue
   (√) Air
   (  ) Lain-lain

D.    Pola kebersihan
                                                                    Rumah                           RS
1.      Kebiasaan mandi                                 : 2x sehari                    I x sehari
2.      Mencuci rambut                                  : lx 3hari                      l x 3hari
3.      Membersihkan gigi dan mulut            : I x sehari                   1 x sehari
4.      Mengganti pakaian                              : I x sehari                   1 x sehari
5.      Membersihkan kaki dan kuku             : 1 x 2 minggu             1 x seminggu 
6.      Kebersihan kulit                                  : Tidak teratur             tidak teratur
7.      Cara membersihkan                             : Sabun                        dilap dengan air


E.     Keadaan Psikososial
1.      Konsep diri
a)      Gambaran diri       : klien mengatakan malu karena pada kakinya ada luka
  dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
b)      Peran                     : klien mengatakan perannya sebagai wanita karier.
2.      Suasana hati                : terlihat cemasgelisah dan sering melamun
3.      Karakter                      supel, ramah, dan lemah lembut
4.      Perkembangan mental : sesuai dengan manusia
5.      Daya konsentrasi         : klien dapat menjawab pertanyaan dengan baik
6.      Sosialisasi                    : bersosialisasi dengan keluarga dan pasien lain.

F.     Riwayat Kesehatan Linkungan
1.      Kebersihan
a)      Rumah                   : klien mengatakan rumahnya setiap hari jarang disapu
b)      lingkungan                        : klien mengatakan lingkungan sekitar kotor dan berisik
2.      Polusi                          : klien mengatakan rumahnya dekat pabrik
3.      Kemungkinan bahaya : dekat dengan jalan raya


G.    Pemeriksaan Fisik
1.      Rambut
a)      Tekstur                  : kasar, kusam, dan berketombe
b)      Warna                    : hitam
c)      Kebersihan            : rambut terlihat kotor
d)     Distribusi               : merata
e)      Kulit kepala           : kulit kepala kotor
f)       Gatal                     : klien mengatakan kepala terasa gatal,
g)      Kebersihan            : klien mengatakan sudah 5 hari belum cuci rambut,

2.      Gigi dan mulut
a)      Kelengkapan gigi  : sudah tidak lengkap dengan jurnlah 30 buah
b)      Masalah gigi          : gigi berlubang, kuning, dan kotor
c)      Kebersihan            : gigi terlihat kuning, klien mengatakan sudah 2 hari
belum gosok gigi.
d)     Bau mulut             : ada, klien merasa malu bicara dengan orang lain karena
mulutnya bau.
3.      Kuku tangan dan kaki
a)      Bentuk kuku         : normal
b)      Sudut antar kuku  : 180 derajat
c)      Warna kuku           : putih pucat
d)     Kebersihan            : kuku terlihat panjang dan kotor, klien mengatakan
belum memotong kuku selama 3 minggu

4.      Genitalia
a)      Kelainan                : tidak ada
b)      Gatal                     : tidak ada
c)      Kemerahan            tidak ada
d)     Lesi                       : tidak ada
e)      Kebersihan            bersih

5.      Kulit
a)      Erithema                : -
b)      Tekstur                  : kasar dan kering
c)      Turgor                   : elastis
d)     Jaundice                : -
e)      Petechie                 : -
f)       Sianosis                 : ada
g)      Gatal                     : ada
h)      Kebersihan            Kulit terlihat kotor dan lengket, klien mengatakan
sudah 2 hari belum mandi dan merasa tidak nyaman karena merasa badannya lengket dan bau. terdapat luka pada daerah dorsal pedis dengan diameter 9 cm kedalam 3 cm tidak ada pus, terdapat nekrosis jaringan, bau gangren, balutan luka bersih, kondisi luka setengah kering, tidak kotor, sekitar daerah luka kulit terlihat pucat coklat kehitaman, dan balutan luka harus diganti setiap 1x sehari dengan prinsip steril

H.    Kepercayaan Budaya
1.      Kebiasaan        : klien mengatakan jarang shalat 5 waktu
2.      Pantangan       : klien mengatakan tidak boleh mandi saat sakit
3.      Pengetahuan    : klien mengatakan tidak memehami tentang kebersihan diri
4.      lain‑lain           : -

I.       Lain-lain
Suami mengatakan klien
1.      sering menggaruk pada bagian kaki
2.      tidak dapat berjalan seperti biasa

Jakarta, 31 Desember 2011
Yang mengkaji

(Nyoman Suardana)


DATA FOKUS

Nama/Umur                : Ny.E / 35 thn
Ruang / Kamar            : Lt IV/ 3

Data Subjektif
Data Objektif
Klien mengatakan :
1.      Kulit kepalanya terasa gatal.
2.      Belum keramas selama 5 hari.
3.      Belum gosok gigi selam 2 hari.
4.      Merasa tidak nyaman karena badannya lengket dan bau.
5.      belum memotong kuku selama 3 minggu.
6.      Klien mengatakan tidak boleh mandi dan keramas selama sakit.
7.      Merasa nyeri pada bagian dorsal pedis.
8.      Tidak dapat menggerakan kaki telapak kaki
Suami mengatakan:
  1. Luka terjadi karena terkena rantai sepeda motor ketika pergi berobat dan klien tidak merasakan sakit pada kakinya.
  2. Luka tidak sembuh-sembuh selama 1 bulan, semakin hari semakin parah dan melebar
1.      Tercium bau mulut
2.      Rambut klien terlihat kasar, kusam,berketombe, dan acak-acakan
3.      Gigi klien terlihat kuning
4.      Kuku terlihat kotor dan panjang
5.      Badan klien tercium bau yang tidak sedap
6.      kulit klien lengket dan kusam
7.      klien terlihat meringis
  1. Terdapat luka didaerah dorsal pedisdengan diameter 9 cm kedalaman 3 cm, bau gangren, kondisi luka setengah kering, disekitar luka kulit terlihat pucat coklat kehitaman
  2. Konjungtiva anemis
  3. terpasang dowe chateter dan infuse
11.  TTV
TD : 120/90 mmHg
N   : 8x/menit
Rr  : 28x/menit
S    : 36,5 C

  



ANALISA DATA

Nama/Umur                : Ny.E / 35 thn
Ruang / Kamar            : Lt IV/ 3
No
Data
Masalah
Etiologi
Paraf
1








































































2

DS:
Klien mengatakan :
1.      Kulit kepalanya terasa gatal
2.      Sudah 3 hari belum keramas
3.      selama sakit tidak boleh keramas
4.      belum menggosok gigi selama 3 hari
5.      malu bicara dengan orang lain karena bau mulut
6.      malas gosok gigi karena terpasang infus
7.      belum mandi selama 3 hari
8.      merasa  malu bertemu dengan orang lain karena bau badan


9.      belum memotong kuku selama masuk RS
10.  sudah terbiasa dengan kuku panjang
DO :
1.      Rambut klien terlihat acak-acakan
2.      Rambut klien Lengket dan berminyak
3.      Rambut klien kasar, kusam dan berketombe
4.      gigi terlihat kuning dan kotor
5.      tercium bau mulut
6.      kulit lengket dan kusam
7.      terlihat daki pada kulit
8.      kuku klien panjang
9.      terdapat kotoran pada ujung kuku
10.  terpasang dowe chateter
11.  terpasang infus dan terdapat balutan luka pada dorsal pedis

DS:
Klien mengatakan
1.      Merasa nyeri pada bagian dorsal pedis.
2.      Tidak dapat menggerakan kaki telapak kaki

Suami mengatakan:
1.      Luka terjadi karena terkena rantai sepeda motor ketika pergi berobat dan klien tidak merasakan sakit pada kakinya,
2.      luka tidak sembuh-sembuh selama 1 bulan, semakin hari semakin parah dan melebar
DO:
1.      Terdapat luka didaerahdorsal pedis dengan diameter 9 cm kedalaman 3 cm, bau gangren, kondisi luka setengah kering, disekitar luka kulit terlihat pucat coklat kehitaman
2.      klien terlihat meringis
3.      Konjungtiva anemis
1.      TTV
TD : 120/90 mmHg
N   : 8x/menit
Rr  : 28x/menit
S    : 36,5 C

Gangguan personal hygiene: rambut, mulut, kulit, dan kuku






































































Gangguan integritas kulit
Kelemahan fisik








































































Terputusnya  kontinuitas jaringan


















DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nama/Umur                : Ny.E / 35 thn
Ruang / Kamar            : Lt IV/ 3

NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Tanggal
Nama jelas
ditemukan
teratasi
1


2


Gangguan personal hygiene : rambut,mulut,kulit ,kuku b.d keterbatasan fisik
Gangguan integritas kulit bd terputusnya kontuinitas jaringan kulit


10 des 11


10 des 11

12 des 11


Teratasi sebagian
K

E

L

O

M

P

O

K

5




RENCANA KEPERAWATAN

Nama: Ny. E / 35 thn
Ruang Kamar: Lt. IV/ 3
TGL
DX
NO
Tujuan dan Kriteria Hasil
Rencana Tindakan
Rasional
Paraf
10 des 11









































10 des 11

1











































2
Tujuan:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam. Personal hygiene rambut, mulut, kulit, dan kuku klien kembali terpenuhi.

KH:
1.   Rambut klien bersih
2.   Rambut klien wangi dan tidak lengket
3.   Gigi klien bersih
4.   Mulut klien wangi dan segar
5.   Kulit klien bersih.
6.   Klien mersakan segar pada tubuhnya.
7.   Kulit tidak lengket
8.   Kulit klien lembab
9.   Kuku klien pendek
10. Kuku klien bersih






















Tujuan:
Setelah dilakukan tindakan selama 3 x 24 jam integritas kulit kembali utuh.  

KH:
1.   Kondisi luka menunjukkan adanya perbaikan jaringan dan adanya granulasi.
2.   Tidak adanya pus pada luka
3.   Klen dapat menggerakkan kembali kakinya


1.      kaji pola kebutuhan personal hygiene klien.

2.      Cuci rambut klien menggunakan shampo selama 1x 2 hari
3.      Sisir rambut klien
4.      Bantu klien menggosok gigi
5.      Ajarkan klien cara menggosok gigi yang benar
6.      Bantu klien mengganti pakaian.
7.      Bantu klien dalam menjaga kebersihan badannya dengan cara memandikan klien 2x sehari.
8.      Berikan pendidikan kesehatan tentang kebersihan diri pada klien.
9.      Beri lotion pada kulit klien.
10.  Potong kuku klien 1x/minggu
11.  Sikat kuku klien bila perlu




1.      Kaji luas dan keadaan luka serta proses penyembuhan.








2.      Ganti balutan luka secara asepti 1x sehari






3.      Kaji tanda vital.




4.      Lakukan perawatan luka secara


5.      Kolaborasi pemberian antibiotik: metronidazole





6.      Dorongan gerak ROM pasif pada daerah yg sakit dan ROM aktif pada daerah yang tidak sakit




7.      Berikan klien makanan TKTP sesuai diit 2000 kal/hari

1.      Mengetahui data dasar dalam melakukan intervensi.
2.      Rambut klien bersih



3.      Rambut klien rapi
4.      Gigi klien bersih
5.      Mengurangi resiko luka pada gusi

6.      Memberi rasa nyaman pada klien
7.      Menghindari resiko infeksi dan memberikan kenyamanan bagi klien

8.      Meningkatkan pengetahuan dan membuat klien lebih kooperative.
9.      Melembabkan kulit klien.

10.  Kuku klien pendek

11.  Membersihkan kotoran pada ujung kuku


1.      Pengkajian yang tepat terhadap luka dan prosespenyembuhan akan membantu dalam menentukan tindakanselanjutnya.

2.      Menurunkan resiko infeksi sehingga membantu penyenbuhan dan mencegah terjadinya kontaminasi

3.      Untuk mengetahui perubahan pada fungsi lain
4.      Merawat luka  dapat menjaga kontaminasi luka

5.      Antibiotik dapat menbunuh kuman dan bakteri



6.      Meningkatkan aliran darah ke otot dan tulang, mencegah kontaktur, atropi otot dan mempertahankan mobilitas sendi tulang.

7.      Mempercepat perbaikan jaringan






CATATAN KEPERAWATAN

Nama/Umur                : Ny.E / 35 thn
Ruang / Kamar            : Lt IV/ 3
Tanggal
Pukul
No
DX
Catatan
Paraf
10 des 11
06.00


09.30





11.00


09.45


07.30



08.30




17.00



15.00



11.00



14.00




12.00


17.00



18.00



11 des 11
14.10



14.30


14.15







14.25






16.45



12 des 11
08.00



07.30

1


1





1


1


1



1




1



1



1



1




1


1



1




2



2


2







2






2



2




2


1.      Mengkaji pola kebutuhan personal hygiene klien
R: mengetahui data dasar dalam melakukan intervensi

2.      Membantu membersihkan rambut dengan cara mencuci rambut klien
R: rambut klien lebih bersih, tidak lengket,kulit rambut bersih  dan klien merasa lebih nyaman


3.      Membantu klien mengganti pakaian
R: klien merasa lebih nyaman

4.      Membantu menyisir rambut
R: rambut klien lebih rapi

5.      Memandikan
R: klien merasa lebih nyaman dan bersih,kulit bersih


6.      Membantu membersihkan mulut dengan menggosok gigi klien
R: gigi klien terlihat lebih bersih dan klien merasa lebih
     nyaman

7.      Membantu klien dalam kebersihan  mulut dengan cara dan menggosok gigi klien
R: klien merasa lebih bersih dan nyaman

8.      Menjelaskan pentingnya melakukan kebersihan diri
R: klien terlihat menyisir rambut sendiri


9.      Membantu klien memotong kuku
R: kuku klien pendek dan bersih


10.  Menganjurkan klien dalam ikut serta dalam perawatan diri sesuai kemampuan
R: klien terlihat dapat menggosok gigi sendiri


11.  Memberi lotion pada kulit klien
R:agar kulit klien tidak kusam

12.  Membantu dan mengajarkan klien dalam membersihkan mulut
R: klien mau melakukannya

13.  Membantu klien membersihkan badanya
R: klien mau melakukannya dan klien mengatakan merasa
     lebih nyaman


14.  Mengkaji luas dan keadaan luka serta proses penyembuhan.
R: Membantu dalam menentukan tindakan selanjutnya

15.  Mengganti balutan luka secara steril
   R:  adanya granulasi, pus pada jaringan berkurang
16.  Mengukur TTV
TD: 120/90mmHg
N: 80 x / menit
RR: 20 x menit
S: 36,5 ˚c
17.  Melakukan perawatan luka
   R: luka didaerah dorsal pedis
dengan diameter 9 cm kedalaman 3 cm, gangrene, kondisi luka setengah kering, disekitar luka kulit terlihat pucat coklat kehitaman

18.  Mengkolaborasi pemberian antibiotik: metronidazole sesuai indikasi.
   R: adanya granulosa pada luka
19.  Membantu klien melakukan gerak ROM pasif pada daerah yg sakit dan ROM aktif pada daerah yang tidak sakit
R: klien mengatakan otot-otonya tidak kaku
20.  Berikan klien makanan TKTP sesuai diit 2000 kal/hari
R: adanya perbaikan jaringan pada luka









CATATAN PERKEMBANGAN

Nama/Umur                : Ny.E / 35 thn
Ruang / Kamar            : Lt IV/ 3
Tanggal
Pukul
NO
DX
Evaluasi/Catatan SOAP
Paraf
Nama jelas
12 des 11




























13 des 11

16.00




























18.00
1

























2
S: 1.  Klien mengatakan rambutnya lebih rapi
2.      Klien mengatakan lebih nyaman dari sebelumnya
3.      Klien mengatakan sudah tidak malu bicara
          dengan orang lain
4.      Klien mengatakan mulutnya terasa mulutnya lebih segar
5.      Klien mengatakan badannya terasa lebih segar
6.      klien merasa lebih nyaman dengan kuku pendek
O: 1.  Klien terlihat senang dan nyaman   
2.      Rambut bersih dan rapi
3.      Gigi klien bersih
4.      Mulut klien wangi
5.      Kulit klien bersih
6.      Rasa lengket dan bau badan klien berkurang
7.      Badan klien terlihat lebih bersih
8.      Kuku klien pendek
9.      Kuku klien bersih

A: Tujuan teratasi masalah teratasi

P:  pertahankan intervensi:
  1. Anjurkan klien untuk selalu mandi 2x/hari,
  2. menggosok gigi 3x/hari, keramas 1x2 hari,
  3. potong kuku 1x/minggu


S:1.   Klien terlihat meringis
2.      Klien mengatakan sudah dapat menggerakan kakinya.
3.      Klien mengatakan masih merasakan nyeri

O: 1.  Terdapat luka didaerah dorsal pedis
dengan diameter 9 cm kedalaman 3 cm, gangrene, kondisi luka setengah kering, disekitar luka kulit terlihat pucat coklat kehitaman
2.   Bau ganggrene tidak tercium lagi
3.   Adanya jaringan dan granulasi
4.   Pus (nanah) pada jaringan berkurang
5.   Adanya granulasi

A : Tujuan teratasi sebagaian, masalah belum teratasi

P : Lanjutkan intervensi
  1. Tingkatkan asupan TKTP sesuai dengan diit
  2. Ganti balutan secara aseptik
  3. Lakukan perawatan luka secara aseptik




BAB IV

PENUTUP


A.    Kesimpulan

Dalam memberikan asuhan keperawatan pada Ny.dengan Diabetes Mellitus yang lebih penting adalah dengan menjaga kebutuhan personal hygiene yang harus di utamakan. Selain itu juga pasien Diabetes Mellitus harus menjaga nutrisi dengan baik, supaya tidak terjadi hipoglikemi atauhi perglikemi, disamping itu juga pasien harus berlatih untuk beraktivitas supaya tidak terjadi atau timbul masalah baru seperti masalah gangguan perawatandiri.

B.     Saran

1. Bagi perawat
             Perawat yang memberikan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Mellitus harus memperhatikan apakah terjadi hipoglikemi atau hiperglikemi dan juga memperhatikan personal hygiene klien.

2. Bagi Rumah Sakit.
             Rumah sakit sebaiknya menyediakan atau memberikan fasilitas alat-alat pelaksana tindakan keperawatan. Selain itu juga menyediakan tempat untuk berbagai segi kehidupan seperti, tempat ibadah agar tercipta suasana kekeluargaan di rumah sakit sehingga penderita atau keluarga dapat lebih tenang dalam menghadapi penyakitnya.

3. Bagi mahasiswa
Mahasiswa yang sedang praktek,  gunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk serius ingin mengetahui sisi baik, buruk dari segi social dan juga dari segi pendidikan keperawatan hingga lebih berpengalaman dalam bidang keperawatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar